Ngelayat atau Pesta

Mendapat sebuah undangan pernikahan seorang, dan rencana pun ditetapkan, jumlah uang bantuan ( Amplop ), dengan siapa, jam berapa dan sebagainya. dengan harapan perjalanan mulus dan mampu berbagi kebahagian.

Tapi sebelum berangkat, mendengar kabar dari sebuah pengeras suara masjid terdekat, berupa berita duka ( ada saudara kita / Tetangga ) meninggal dunia,

Mana yang harus didahulukan Ngelayat atau Pesta.

Jika uang untuk pesta udah kita siapkan, bagaimana untuk uang ngelayat.
Tak dipungkiri kehidupan saat ini orang cenderung memberikan nilai uang lebih pada orang pesta, dan lebih kecil pada orang meninggal, Kenapa ?

Orang bilang ( Untuk Pesta )
  1. kalo ke Pesta, mudah mudahan nanti kalo aku pesta dia datang
  2. Gak enak kalo dia buka amplop nanti aku ngasih kecil,
  3. Kalo ketemu malu
  4. dan lain lain
Padahal, kalo NGELAYAT :
  1. Allah, SWT telah lebih dahulu memberikan catatan amal kepada kita
  2. Amplop dibuka didepan orang ramai, kok nggak malu ( Kadang hanya berupa Toples saja )
  3. Kita nggak bakal ketemu lagi,
Seandainya kita belum dapat memberi uang lebih besar pada orang / Keluarga orang meninggal, hendaknya kita mampu memberikan uang Pesta dan Ngelayat minimal sama.

Pesta ada suka ada tawa, Meninggal Ada Duka,
Pesta malamnya orang asik asik ( Pesta Pernikahan ), meninggal malamnya sedih



Bahagiakan Diri dan Bahagiakan Orang Lain



Ujung Tombok

Dalam pelayanan kesehatan masyarakat banyak menuntut keajaiban dari setiap pelayanan, jika hasil tidak sesuai dengan kenyataan terkadang petugas kesehatan tidak dihargai, bahkan mendapatkan caci maki.

Gajiku 50 ribu

Hari ini aku punya obrolan dengan seorang sahabat, sambil membersihkan ruang tempatku bekerja,

Teman : Mudah mudahan hari ini gajian
Saya : Emang kenapa, ?
Teman : Ada Bu. X