Dalam pelayanan kesehatan masyarakat banyak menuntut keajaiban dari setiap pelayanan, jika hasil tidak sesuai dengan kenyataan terkadang petugas kesehatan tidak dihargai, bahkan mendapatkan caci maki.
Jika memberikan obat generik, dibilang petugas kesehatan kurang pengalaman dan tidak profesional, jika memberikan obat diluar tanggung jawab, dibilang malpraktek dan menjadi bulan bulanan orang tertentu.
Apa lagi seorang bidan kampung, yang banyak harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat tidak perduli juknis dan protap seorang bidan atau perawat, bahkan masyarakat mengangggap bidan / Perawar menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dikampung walau harus menjadi ujung tombok juga.
Terkadang saat kita tidur nyenyak dengan mimpi indah seorang bidan harus menunggu sampai berjam-jam suatu proses persalinan, sekian lama menunggu dengan terpaksa harus dirujuk karena sesuatu dan lain hal,
Perjuangan dalam proses persalinan akan terobati tak kalah terdengar tangisan bayi dan ibunya tersenyum melihat bayinya.
Saat persalinan mendapatkan kesulitan bidan terpaksa membuat rujukan, celoteh pun keluar, "Dasar bidan Bodoh, baru seperti ini mau ngerujuk."
Saat dipaksakan untuk persalinan dan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan omelan pun tetap didapatkan "Dasar Bidan Bodoh, kalo emang gak bisa ngomong, rujuk kek, panggil dokter kek"
Tidak pernah ada tenaga kesehatan yang menginginkan adanya kegagalan dalam memberikan pelayanan, namun tangan pelayanan kesehatan sama dengan tangan kita dan orang lainya.
Tenaga kesehatan Bukan TUHAN bukan DEWA, Bidan Manusia Biasa, Hamba Allah
Selamat Bekerja Teman Sejawat,
Bagian 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar